November 16, 2010

Ami menatap keluar jendela. Sebulan telah berlalu sejak Ia lulus dari SMA. Akhir-akhir ini memang ia menganggur, selain menunggu OSPEK yang akan dilaksanakan bulan September nanti, Ia juga menunggu kepulangan Ardy. Sudah seperti apa ya, anak itu sekarang? Pikir Ami. Selama ini ia memang selalu berkomunikasi dengan Ardy. Tapi entah mengapa, seakan segala hal yang ia anggap hilang sejak kepergian Ardy, kini terasa biasa. Semuanya terlalu biasa untuk merindukan hal selama 10 tahun. Hingga Ia merasa tak yakin akan dirinya sendiri. Apakah keputusannya selama ini sudah benar, atau? Ah sudalah.
  
    Ketika Ami sedang sibuk berdebat dengan pikirannya sendiri,lagu petualangan Sherina berbunyi. Ya, itu memang RIngtone Handphonenya. Dan ya, ia sangat menggemari Petualangan Sherina. Sang tokoh SAdam sangat mengingatkannya pada Ardy. Namun perlahan Ami tak yakin, karena ia berpikir sudah menemukan Sadam yang lain. Ami pun mengangkat Telponnya.

"Halo?"
"Bubble Kabel!" sahut sang penelpon riang di ujung sana.
Jantung Ami berdetak dua kali lebih cepat. Suara itu..
"Mumut? Stop ngatain aku kaya gitu deh"
"Bodo. Hahaha lagian nama Aku juga Miko, bukan mumut. Ngaco"
"A-ada apa mut? K-kangen ya? Haha" Canda Ami, denga muka gugup.
"Iya."
Ami nyaris tidak bisa mersakan detak jantungnya. Apa dia bilang tadi? Iya? Aduh harus jawab apa?
"Mi. Masih hidup?"
"M-masih mut."
"Kamu gak kangen sama aku ya?" Miko menggoda Ami, dengan suara yang dibuat datar. Di ujung sana, Miko memukul-mukul kepalanya sendiri. Sekarang ia harus menanggung jawaban Ami. "AH" tanpa sadar Miko menyuarakan pikirannya.
"Cunai apa kabar mut? Kangen main bareng dia deh" Ami berusaha datar, sambil mengalihkan pembicaraan. Ya, Cunai itu kucing peliharaan Miko.
Miko mengernyit, "Ko Cunai sih? Aku dong!" Tanpa sadar lagi, ia menyuarakan pikirannya "Eh sori Mi," ralat Miko buru-buru.
"Itu tadi emm si Cunai jambak-jambak celana Aku. Makin gembrot makin ngeselin deh dia. Lama-lama aku buang juga deh"
"Hah? Celana ko dijambak sih? Aneh deh hahaha"

Hening.

Tiba-tiba Ami berpikir untuk memberitahukan kepulangan Ardy pada Miko. Miko adalah teman semasa SMP dan SMAnya Ami. Dan dengan kebetulan mereka satu kampus lagi sekarang. Meski tidak satu jurusan.

"Mut Ardy bentar lagi pulang loh!" Kata Ami dengan penuh semangat. Ia seperti sudah mendokti kata-kata tersebut untuk selalu berjalan di otaknya.

Miko terdiam. Selama ini, Ami sudah jarang sekali mebicarakan Ardy. Hanya pada saat-saat mereka baru saling mengenal saja, tapi sudah bertahun-tahun ini, topik yang mereka bicarakan tidak pernah berkaitan dengan Ardy.

"Oya? Eh Mi, aku dipanggil mama nih. Tar aku telpon lagi ya, Dah" Klik. Miko menutup telpon. Miko tampak sangat menyesali perbuatan bodohnya itu. Ko dia kekanak-kanakan banget sih? Mustinya kan dia juga ikut senang. Tapi entahlah. Ia hanya takut Ami pergi meninggalkannya ketika Ardy kembali ke Indonesia.

"Aku harus berttindak," Gumam Miko sambil meraih secarik kertas dan pulpen.

to be continued.

No comments: